Jumat, 31 Januari 2014

Komunis

   Di tembok jalan kala saya masih belum genap dua belas tahun, saya melihat gambar palu dan arit, lalu diberitahu saya oleh seseorang dijalan itu untuk jangan sesekali menggambar itu di sembarang tempat, berbahaya katanya. Dan alkisah saya diberitahu oleh orang yang saya tuakan kala saya masih kecil, janganlah saya menyanyikan atau mengetahui lagu genjer-genjer, berbahaya katanya. Dari hari itu pula, saya seolah menutup diri dari apapun yang berbau genjer-genjer dan palu arit. Tapi ketertutupan diri saya berlangsung hanya hitungan bulan, setelah itu saya mencoba berkenalan dengan paham komunis.

Komunis, paham yang seringkali orang tertukar dengan atheis. Saya pun termasuk salah satu dari kebanyakan orang tersebut awalnya. Komunis bagaikan sebuah libido kemarahan yang sudah menggumpal dari eksploitasi kapitalis yang dirasa semakin merugikan. Komunis sebenarnya murni sebagai ideologi politik dan ekonomi. Karl Marx adalah bapak dari lahirnya ideologi komunis dan Das Kapital adalah buku landasannya.

Palu dan Arit bukan simbol kebengisan alat untuk membunuh, melainkan jauh dari itu, simbol itu digunakan untuk merepresentasikan kaum kaum buruh yang ditindas oleh borjuis. Soviet dan Cina adalah nama yang terpikir, kalau ada yang bertanya siapa yang paling fasih menerapkan paham komunis. Indonesia punya catatan buruk dengan komunis, dengan peristiwa G30SPKI-nya. Tidak hanya itu, tan malaka yang notabene perancang indonesia inipun adalah seorang komunis yang berkompatriot dengan lenin dan stalin, pada awalnya. Soekarno pun jatuh karena isu kedekatannya dengan komunis.

Tapi apakah komunisme semenakutkan itu di zaman sekarang? Saya rasa jawabannya jelas tidak. Komunisme di zaman sekarang adalah sebuah amarah yang telah padam, sebuah paham yang menjual utopis utopis yang tidak pernah menjadi nyata. Marx pernah bilang, bahwa kapitalisme adalah ideologi yang sudah rapuh dari dalam, tapi waktu berbicara kalau negara negara komunis hancur, terbukti pecahnya unisoviet menjadi beberapa negara bagian. Cina pun, di era deng xiaoping mengadopsi perekonomian pasar yang akhirnya membawa cina ke kemahsyuran ekonominya.

Masih haruskah komunis ditakuti di era sekarang? Saya rasa tidak, neo imperialisme bersama regulasi dan deregulasinya lah yang sekarang menjadi hantu kasat mata di negara berkembang. Ataukah komunisme sekarang sedang padam untuk sementara, menunggu ada pemantik api guna menyalakan kembali panas ideologinya. 

Saya rasa pemantik itu sedang disembunyikan secara halus oleh para kapitalis dan borjuis.


Ditulis oleh: Muhamad Rifki Maulana

Rabu, 22 Januari 2014

Angkot Bukan Masalah Utama Kemacetan Kota Bogor


sumber gambar: metronews


   Kota Bogor yang dulu, sangatlah beriman : Bersih, Indah, dan Nyaman. Slogan itu tak berlebihan diberikan untuk bogor sekitaran 7-8 tahun lalu, ketika saya masih mengenakan seragam putih-merah atau putih-biru. Tapi sekarang, untuk berjalan di pinggiran jalan pun sangat susah rasanya, padahal sudah sangat pinggir sekali. Saya tidak habis pikir apakah memang sedang nge-trend angkot atau motor berjalan di trotoar atau memang yang sedang ngetrend orang yang berjalan kaki itu di tengah jalan raya? Sepertinya saya ketinggalan trend kalau seperti itu. 

  Kalau masalah kebersihan dan keindahan, meski belum bisa dibilang sangat baik, tapi bogor memang cukup baik dalam masalah kebersihan dan keindahan dibanding kota-kota lainnya. Hanya beberapa spot tertentu yang masih banyak sampah dan pemandangannya kurang enak dilihat, tapi masalah itu masih bisa ditolerir, menurut saya. Tapi ada satu hal yang sudah mengundang decak kagum bagi banyak warga bogor, decak kagum karena warga bogor menyaluti kota ini yang kemacetannya ternyata bisa lebih macet dari jakarta. Andai ada penghargaan kemacetan se-Indonesia, Bogor pasti sudah menang 3 tahun berturut turut, dengan kategori pendatang baru kota termacet.

   Saya pun lupa, dari mulai kapan Bogor semacet ini, karena saking pendatang baru terbaiknya. Kalau anda tidak percaya kenapa bogor memenangkan penghargaan ini, coba anda datang ke daerah laladon&dramaga jam 07.00-09.00 atau 17.00-21.00. Jangan lupa juga untuk mampir ke daerah sempur/pasar bogor/sukasari di jam yang sama. Kalau tidak mau susah susah coba anda ke daerah merdeka jumat malam, saya yakin ada pengendara motor yang membuka tikar lalu berpiknik di atas motornya. Dan yang sudah menjadi rahasia umum kalau anda keluar pada hari sabtu, bogor sudah sempurna menirukan kemacetan jakarta.

   Penyebab kemacetan ini bermacam macam, tapi yang paling sering dijadikan kambing hitam adalah angkot. Dan bogor juga sekarang boleh berbangga hati kalau selain kota hujan, bogor juga tersohor dengan sebutan kota sejuta angkot. Kurang lebih ada 24 trayek yang ada di kota bogor seperti yang dilangsir oleh situs kota bogor (Link1). Dan tidak lupa juga peningkatan mobil berpenumpang setiap tahunnya kurang lebih 9,9 % dan sekarang sudah mencapai 3400-an lebih angkot di bogor (link2). Tidak hanya angkot yang menjadi kambing hitam, jalan yang sempit pun dijadikan kambing hitam kedua sebagai penyebab kemacetan. Dan peringkat ketiga kambing hitam ditempati oleh, pertumbuhan populasi yang semakin tinggi setiap tahunnya. Selanjutnya untuk juara harapan satu adalah sudah menjamurnya pusat pusat perbelanjaan dan pembangunan di kota bogor.

    Kasihan angkot menjadi kambing hitam, padahal angkot hanyalah benda mati. Kalau tidak ada supir mana bisa angkot dijalankan, kecuali angkot bogor sudah difasilitasi autopilot. Mari jangan salahkan angkot, dia hanya benda mati yang dicat hijau. Yang boleh disalahkan adalah perilaku supir angkot itu sendiri. Banyak sekali contoh perilaku perilaku supir angkot yang berpeluang besar untuk membatalkan puasa seseorang, misalnya pengendara motor yang sedang nyaman berjalan dikiri, tiba tiba datanglah mobil hijau dari kanan yang menutup jalan pengendara motor, hanya demi menurunkan penumpang yang suka mendadak bilang "Kiri bang", hebatnya supir angkotnya menuruti saja. Atau mungkin ada tipe supir angkot yang mager + ambisius, entah harus berapa orang di angkotnya baru ia mau untuk tidak ngetem. Bukti empiris teorema diatas: Setelah anda membaca tulisan ini, coba anda ke stasiun bogor menggunakan motor, dan coba parkirkan motor itu di stasiunKalau anda tidak berkeluh tentang angkot ngetem, kesabaran anda luar biasa tinggi.

   Jika harus di list satu persatu uniknya perilaku supir angkot mungkin itu bisa dijadikan skripsi. Tapi jangan hanya mengambing hitamkan supir angkot juga, karena penumpang yang pemalas juga berkontribusi menjadikan angkot sebagai biang utama kemacetan. Lihatlah, bagaimana banyak penumpang yang malas untuk jalan beberapa meter saja guna mencapai angkot, sehingga angkot harus menghampiri. Tidak heran 10 tahun kedepan, angkot sudah ada di depan pintu rumah setiap orang, karena saking pemalasnya. Padahal kalau di jepang atau di negara maju lainnya, orang harus berjalan sebegitu jauhnya untuk menggunakan moda transportasi umum. Dengan begitu diyakini akan membuat badan kita selalu sehat dan juga menaikkan tingkat kedisiplinan kita.

    Dan kalau anda tidak percaya dengan tulisan saya ini, saya akan menceritakan hari terbahagia saya sebagai pengguna motor di bogor. Waktu itu hari jumat, kebetulan bapak presiden kita sedang mampir ke kampus saya di daerah dramaga. Jelas saja, banyak polisi disana sini untuk mengamankan bapak presiden, tapi bukan berarti angkot tidak boleh beroperasi, angkot tetap beroperasi tetap biasa. Lihat hasilnya, jalan yang biasa saya lewati dengan marah marah dan mengeluh karena bisa menghabiskan setengah jam dijalan alhasil hanya dilewati 5 menit pun kurang. Semua angkot tidak ada yang namanya berhenti mendadak, tidak ada ngetem, semua supir angkot ibarat seperti malaikat yang membawa angkot sambil tersenyum dan mengepakan sayap sayap putihnya. Angkot tidak terisi penuh pun mereka tetap melanjutkan perjalanannya. Indahnya hari itu, terimakasih tuhan.

   Penyebab jalan yang sempit, penyebab jumlah angkot yang terlalu banyak atau penyebab tingginya populasi hilang begitu saja di otak saya setelah melewati hari itu. Ternyata penyebabnya adalah atittude supir dan penumpang angkot, atau supaya lebih adil penyebabnya atittde semua pengendara. Andai semua dari kita mematuhi semua rambu rambu lalu lintas, atau mau mengalah dan tidak merasa sebagai 'Orang yang paling buru-buru' di jalanan, saya yakin jalanan di kota bogor khususnya akan sangat lancar. Berkaca dari kasus tadi, terlihat masyarakat kita hanya takut dengan sesuatu yang terlihat, seperti polisi. Masyarakat kita sangat acuh dengan sesuatu yang hanya bersifat sebagai simbol, seperti rambu rambu lalu lintas. Bukan tidak mungkin kalau berperilaku setiap pengendara sudah baik, angkot menjadi ciri khas yang baik untuk mengharumkan kota bogor.

   Andai hari itu tiba, saya yakin angkot sudah difasilitasi autopilot.


Ditulis oleh: Muhamad Rifki Maulana

PELANTIKAN KETUA UMUM HMI CABANG BOGOR KOMISARIAT FEM PERIODE 2013-2014



Dengan mengucapkan Alhamdulillahhirobil’alamin, pada Hari Sabtu Tanggal 18 Januari 2014 telah dilaksanakan acara Pelantikan Ketua Umum beserta Anggota HMI Cabang Bogor Komisariat FEM periode tahun 2013-2014. Acara ini dilaksanakan di ruangan Diklat GSMI Bogor, yang dihadiri oleh seluruh anggota HMI Cabang Bogor Komisariat FEM beserta Ketua Umum HMI Cabang Bogor dan anggotanya.
Pada kegiatan ini dilakukan pengesahan Ketua Formateur yang sebelumnya Pangrio Nurjaya menjadi Ketua Umum HMI Cabang Bogor Komisariat FEM periode tahun 2013-2014. Penyerahan berkas dilakukan oleh saudara Andri Sukrudin yang mewakili Ketua Umum sebelumnya yaitu kanda Wahyu Fikri kepada kanda Kiki yang dimana menunjukkan bahwa Pangrio Nurjaya telah ditetapkan menjadi Ketua Umum HMI Cabang Bogor Komisariat FEM yang baru. Lalu seluruh Anggota beserta Ketua Umum terlantik mengucapkan sumpahnya yang dipimpin oleh kanda Kiki selaku Ketua HMI Cabang Bogor.
Semoga kedepannya saudara Pangrio Nurjaya dapat menjalankan amanah yang diembannya dengan selalu menjaga nilai-nilai Islam yang menjadi landasannya dan berharap seluruh anggota HMI Cabang Bogor Komisariat FEM secara bersama-sama dapat membantu keberlangsungannya roda organisasi HMI khususnya Komisariat FEM. YAKUSA !!!

Beberapa Foto Dokumentasi :


 posted by Luqman Azis

Selasa, 21 Januari 2014

Transfer APBN dan Kotribusi Dana Transfer untuk Sustainability Infrastrukur


 
Kontribusi daerah terhadap pembangunan infrastruktur di masing-masing wilayah masih kecil. Padahal alokasi dana transfer dari pusat kedaerah terus mengalami peningkatan setiap tahun, baik di pusat maupun di daerah, bisa dilihat dari peningkatan APBD maupun APBN dari tahun ke tahun semakin meningkat namun peningktan belanja daerah maupun negara banyak terkuras untuk kepentingan birokrasi.
Walaupun pemerintah pusat telah mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur dalam Anggaran Pedapatan dan Belanja Negara, namun nilainya tidak cukup jika dibandingkan dengan kebutuhan infrastrutur. “Dana transfer tahun 2011 senilai Rp 412,5 triliun atau 31,23 persen dari total belanja Rp 1320,8 triliun. Pada APBN perubahan 2012, alokasinya naik menjadi Rp 478,77 triliun atau 30,92 persen dari total belanja senilai Rp 1548,31 triliun”Kompas 2012.
Pembangunan infrastruktur disejumlah daerah masih belum signifikan karena dua fakktor, yakni alokasi anggarannya kecil dan kualitas penyerapan anggaran buruk. Alokasi anggaran menyebabkan pembangunan infrasturktur didaerah masih kurang sehingga daereah terebut susah untuk mengalokasikan sumberdaya alamnya secara maximal, penyerapan anggran yangburuk merupakan dilema negara ini untuk membangun infrastruktur nya padahal pembangunan infrastuktur merupakan langkah kongrit untuk memajukan uatu bangsa,bangsa yang bagus memiiki pembangunan infrastrukturnya juga bagus.
Menurut saya, membangun UMKM dan UMKM membangun sebuah konsep yang harus kita lakukan dalam meninkatkan pertumbuhan usaha kecil mandiri, karena data menunjukan sekitar 70 persen masyarakat indonesia menggeleluti usaha ini untuk meningatakan perekonomiananya, pemerintah harus memperhatikan karena ukm ini merupakan soko guru perekonomian Indonesia yang menunjang perekonima rakyat tidak boleh kita anggap enteng permasalhan ini, dalam membagun ushsa kecil mandri rakyat kecil selalu mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hal yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah memberiakan insentif pajak yag kecil dan bunga pinjaman keredit yang kecil agar umkm dapat. Dituliskan oleh Tri Arifin Darsono

Polemic Kebijakan Kebangsaan


Prasarana fisik memegang peranan penting dalam pembangunan masyarakat indonesia. Masalah-masalah prasarana fisik yang muncul di tengah-tengah komunitas masyarakat, seringkali telah menghambat pengembangan potensi daerah dimana masyarakat tersebut tinggal.prasarana fisik ini yang gencar dibangun oleh pemerintah yang gunanya untuk meningkatkan produktifitas masayarakat.
Infrasturktur memiliki peran yang luas dan mencangkup berbagai konteks dalam pembangunan,baik dalam konteks fisik, lingkungan,ekonomi, sosial budaya, politik dan konteks lainnya. Infrastruktur merupakan driving force dalam pertumbuhan ekonomi. perannya dalam  mengembangkan sebuah wilayah tentu tak diragukan lagi,sehingga beberapa fakta empiris menyatakan bahwa perkembangan kapasitas infrastruktur di suatu wilayah akan berjalan sering dengan perkembangan output ekonomi. disisi lain,eksistensi infrastruktur dalam konteks dinamika suatu negara atau wilayah mengalami perubahan-perubahan dasar sering dengan perkembangan atau perubahan kebutuhan. Semakin maju sebuah negara atau wilayah  kebutuhan jenis infrastruktur akan mengalami perubahan, dimana kontribusi dari infrastruktur sangat menyokong pertumbuhan ekonomi.
Berbagai polemic peremasalahan kebangsaan yang sedang dialami oleh Indonesia di mulai dari krisis identitas, kirisis kepercayaan ,krisis moral dan krisis nasionalisme. Permasalahan yang terlalu komplek yang menggerogoti bangsa ini bagaikan kanker yang menelan tubuh pengidapnya.
Semua permasalahan ini disebakan olah sebuah sistem pemerintah,disini pemerintah tidak terlalu fokus menghadapi permasalhan ini, boleh dikatakan serius dalam menggaji sutau permasalahan tetapi dalam pelaksanaannya pemerintah lepas tangan yang menyebabkan  banyak terjadinya penyimpangan-pemnyimpangan dalam permasalahan itu sendiri.
Selain dari segi pemerintah kondisi demografi dan  manusia yang ada dinegara ini fokusnya rakyat juga tidak mau bergerak dalam memperbaiki kehidupannya, hubungan mutualisme antara pemerintah dan dan rakyat akan tercapai apabila keterkaitan antara rakyat dan pemerintah bisa menjalankan sebuah sistem secara harmonis, rakyat yang berkualitas adalah rakyat yang mampu hidup mandiri tidak terlalu mengharapkan sokongan yang lebih dari pemerintah,permaslahan sebuah kebangsaan itu timbul dari negara itu sendiri bukan dari Negara lain kecuali negara tersebut didesak oleh kebijakan perpolitikan internasional.
Kondisi kerakyatan bangsa kita tidak lepas dari kemiskinan,pengangguran,gizi buruk dan kualitas pendidikan. Kemiskinan di Negara kita kalau dihitung berdasarkana data world bank dengan pendapatan perkapita sebesar $2 USD jumlah angka kemiskinan mencapai 70%, dimana 50 % nya terdapat di pedesaan,kebanyakan masyarakat desa bekerja pada bidang pertanian, jika hal ini didiamkan oleh pemerintah maka tigkat kemiskinan diwilayah pedesaan akan tinggi dan efeknya urbanisasi akan meningkat,padahal kualitas pekerja tenaga kerja dipedesaan sama dikota berbeda jauh,kesenjangan pun antara kaum miskin kota dan kaum kaya kota akan terlihat jelas ini merupakan kunci dari semua permasalahan itu sendiri yaitu kemiskinan.
Dari sudut pandang ini pemerintah harus mengambil suatu kebijakan insentif agar permasalahan ini bisa dipecahakan dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam menggaji hal ini, pemerintah harus membangun infrastruktur social masyarkat,infrastruktur fisik,penurunan harga pajak.
Menciptakan kemandirian suatu rakyat merupakan salah satu factor penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa dan meningkatkan kualitas diri dari kebangsaan itu sendiri jadi pemerintah harus menciptkan Infrastruktur sosial masyarakat hal ini dapat dilakukan oleh  pemerintah dengan meberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat agar masyarakat desa tersebut memiliki kualitas yang tinggi agar bias menciptakan dan memiliki semangat  yang tinggi dalam mengembangkan potensi yang ada diwilayahnya. Output dari kebijakan ini adalah tenaga kerja yang diciptkan diharpakan mampu mengembangkan potensi yang ada diwilayahnya sendiri dengan memberikan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Langkah-langkah yang yang harus dilakukan pemerintah untuk merealisasikan kebijakan ini adalah dengan mendatangkan tenaga ahli dan bekerjasama sama LSM setempat agar penyuluhan yang di berikan benar-benar dirasakan oleh masyarakat tersebut, pemerintah tidak harus melakukan birokrasi karena dengan melukan birokarsi ini peluang untuk korupsi terbuka lebar, untuk memotong biaya birokrasi ini pemerintah harus melakukan insentif kepada LSM dan tenaga ahli nya.
Sebagai pelaksanaan system pemerintahan,pemerintah harus memantau aspek yang meningkatkan produktifitas masyarakat negaranya untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, langkah yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan yaitu pembangunan infrastruktur fisik dengan memperpaiki pelabuhan dagang, perbaikan jalan,pembangunan jalan baru, irigasi. Semua hal itu dilakuakan untuk melancarkan distribusi perdagangan sehingga pertumbuhan ekonomi bias meningkat. Anggaran APBN harus dialokasikan lebih untuk pembangunan sector ini karena efek yang diberikan begitu besar dalam, namun kontribusi daerah terhadap pembangunan infrastruktur di masing-masing wilayah masih kecil. Padahal,alokasi dana transfer dari pusat kedaerah terus mengalami peningkatan setiap tahun, baik di pusat maupun di daerah, bisa dilihat dari peningkatan APBD maupun APBN dari tahun ke tahun semakin meningkat namun peningktan belanja daerah maupun negara banyak terkuras untuk kepentingan birokrasi.
Walaupun pemerintah pusat telah mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur dalam Anggaran Pedapatan dan Belanja Negara (APBN), namun nilainya tidak cukup jika dibandingkan dengan kebutuhan infrastrutur. Dana transfer tahun 2011 senilai Rp 412,5 triliun atau 31,23 persen dari total belanja Rp 1320,8 triliun. Pada APBN perubahan 2012, alokasinya naik menjadi Rp 478,77 triliun atau 30,92 persen dari total belanja senilai Rp 1548,31 triliun.
Pembangunan infrastruktur disejumlah daerah masih belum signifikan karena dua faktor, yakni alokasi anggarannya kecil dan kualitas penyerapan anggaran buruk. Alokasi anggaran menyebabkan pembangunan infrasturktur didaerah masih kurang sehingga daereah terebut susah untuk mengalokasikan sumberdaya alamnya secara maximal, penyerapan anggran yangburuk merupakan dilema negara ini untuk membangun infrastruktur nya padahal pembangunan infrastuktur merupakan langkah kongrit untuk memajukan uatu bangsa,bangsa yang bagus memiiki pembangunan infrastrukturnya juga bagus.
Penurunan harga pajak memberikan insentif yang baik untuk peningktan usaha kecil mandiri (UKM) karena sekitar 70% masyarakat Indonesia banyak menciptkan usaha kecil mandiri, pajak yang kecil mendorong UKM untuk berkembang lebih cepat,serta pertumbuhan untuk mengurangi pengangguran bisa dikurangi, selain itu untuk mendorong UKM ini pemerintah harus memberikan tingkat suku bunga kridit yang kecil hal ini bertujuan para perushaan UKM bias menambah modal kegiatan usahanya.
Semua hal diatas dapat mendorong perekonmian kearah yang lebih baik tetapi kita harus memperhatikan aspek-aspek moral kepincangan birokrasi yang tidak etis bias mengkacaukan semua kebijakan, perlu nya kepercyaan public yang tinggi dan integritas pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan ini, bukan semata-mata untuk menciptakan trand dalam pembaruan tapi ciptkan inovasi pengurangan kemiskinan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, selain itu kita harus meninjau perkembang teknologi,bahwa kemajuan teknologi abad 21 ini telah memberikan perubahan yang besar untuk mengefisiensikan kegiatan perekonomian yaitu efisiensi tenaga kerja,waktu dan peningkatan produktifitas.
Sebagai negara kepulaan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah dengan panjang pantai mencapai 5200 km dan lembar mencapai 1870 km. Lokasi geografisnya juga sangat strategis (memiliki akses langsung ke pasar tersar di dunia) karena Indonesia dilewati oleh salah satu Sea Lane of Communication (SloC), yaitu Selat Malaka, dimana jalur ini menempati peringkat pertama dalam pelayaran kontainer global.
Berdasarkan data United Nations Environmental Programme (UNEP, 2009) terdapat 64 wilayah perairan Large Marine Ecosystem (LME) di seluruh dunia yang disusun berdasarkan tingkat kesuburan, produktivitas, dan pengaruh perubahan iklim terhadap masing-masing LME. Indonesia memiliki akses langsung kepada 6 (enam) wilayah LME yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar, yaitu: LME 34 – Teluk Bengala; LME 36- Laut Cina Selatan; LME 37-Sulu Celebes; LME 38-Laut-laut Indonesia; LME 39-Arafura-Gulf Carpentaria; LME 45–Laut Australia Utara. Sehingga, peluang Indonesia untuk mengembangkan industri perikanan tangkap sangat besar.
Selain itu fokus pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi seharus nya dilakukan di wilayah pesisir karena luas perairan indonesia lebih luas dibandingkan luas daratannya panjang pantai indonesia yang sangat potensial akan mendorong perekonomian rakyat pesisir, seharusnya pemerintah membangun pelabuhan-pelabuhan yang menyediakan sarana dan prasarana seperti kapal pengangkut barang dan gudang penyimpananan gunanya untuk melancarkan distribusi sehingga dengan adanya hal ini biaya distribusi bisa ditekan.
Infrastruktur yang mendorng konektivitas antara wilayah sehingga dapat mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi Inonesia. Peneyediaan infrastruktur yang mendorong konektivitas akan menurunkan biaya transportasi dan biaya logistik sehingga dapat meningkatkan dayasaing produk, dan mempercepat gerak ekonomi termasik dalam  infrastruktur konektifitas ini adalah  pembangunan jalur transportasi dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK),serta seluruh regulasi dan aturan yang terkait dengannya. Dituliskan oleh Tri Arifin Darsono